Laman

TERIMA KASIH TELAH SUDI NAK FOLLOW BLOG dhani younk.:

mendownload

Sabtu, 08 November 2014

"Hujanpun Enggan Reda"

Tak ada gerak aku terdiam..
Tak ada kabar aku membisu ..
Tak ada senyuman ,akupun termangu..
di atas serpihan hati yg terbuang ..

Dalam ruang kamar yg sempit , diatas tumpahan kerinduan
yang tak di acuhkan , didalam genangan tetesan air mata kesepian ..

Berharap hujan di hati reda , berganti cerah penuh kehangatan ..





"Hujan di langit jelas tak ada salah ,mungkin hanya aku yg lagi berkeluh kesah ."ADA APA DENGANKU.....???" Mungkin ada salah , mungkin ku tersesat, mungkin dan mungkin lagi ada sesuatu yg keliru di diri ini.
 Perlahan ku cari dari ketenangan , wlw sulit di antara berjuta tanda tanya di otak kecil dan di dalam hatiku .Mengapa begitu hampa? 


Rabu, 26 Maret 2014

Dari Diriku... Untukmu Wahai Jiwaku... .♥♥.

♥♥.
Untuk jiwaku, yang sekarang sedang gundah, yang sekarang sedang gelisah…

Gelisah karena kau ingin segera tahu nasibmu kelak..
Apakah kau bisa membahagiakan keluargamu atau tidak?
Apakah kau bisa membahagiakan orangtuamu atau tidak?
Apakah kau bisa membahagiakan orang terkasihmu atau tidak?

Sabarlah wahai jiwaku, upaya hari ini memang bukan untuk kau tuai hari ini.
Kau diciptakan untuk jadi orang besar, untuk jadi penerang disekitarmu,
karena sebagian cahaya ada dalam dirimu.

Jiwaku yang sedang berhenti dan bingung.

Jika kau memang mau, berhentilah sejenak, nikmati kesedihanmu, rasakan kelelahanmu.
Karena mungkin selama ini aku memaksamu terlalu keras.
Tapi aku minta, jangan terlalu lama, karena aku membutuhkanmu, temanku membutuhkanmu, orang-orang terkasihmu membutuhkanmu.

Mereka rindu dengan diriku yang telah kau buat menjadi hebat, menjadi besar, menjadi pemimpin atau pemberani yang sering mereka lihat selama ini. Mereka ingin bertemu lagi dengan diriku yang telah kau buat menjadi penyemangat bagi orang lain, inspirator bagi kawan dan juga mentor bagi diriku sendiri dan orang terdekatku.

Selamat menikmati waktu istirahatmu wahai jiwaku…
Esok atau mungkin lusa atau mungkin kelak hari, ketika kau sudah siap menemaniku lagi,
aku akan menyambutmu dengan diri yang lebih bijak dan tangguh,
diri yang tak banyak mengeluh dan lebih mawas.

Dan saat itu, kau bisa menemaniku lagi untuk berbuat sesuatu hal yang membuat orang berdecak kagum. Dan saat itulah kita bisa menunggu hasil kerja kita dan kita tuai bersama hasilnya.

Dari Diriku... Untukmu Wahai Jiwaku... .♥♥.

Sabtu, 21 September 2013

masa lalu

"Tak banyak orng yg mesarasakan amarah sampai ke tulang , 
menanggung beban yg pedih 
tp di wajah ttp tertatih2 tuk tersenyum
 ,seakan2 cinta di hatinya melimpah
 . tp yg pasti sebagian telah hancur 
di khianati cerita
masa lalu..

Selasa, 05 Februari 2013

Bulan berteduh sari silau lampu


Dinda , betapapun malam tanpa cahaya ...
peraduan bukan hanya buku dengan halaman syahdu..
yg pasti didalamnya ada kamu ..yg di ciptakan cinta
 
melihatmu , mataku lupa untuk berkedip
manjamu,ketawa kcilmu , riangmu dan cemberutmu
ejaan huruf sapamu , rindu yg menampakan diri sebagai pelukan lembut dalam khayalanku

itu kamu , (DL)  rusuk di dadaku , setiap degup yang menghidupi jantungku 
 , setiap cium yg memperpanjang nafasku 
setiap peluk yg tak cukup waktu 

malam semakin larut , tp mata lupa kututup .
bahkan dari alismu bulan berteduh dari silau lampu 

to; my honey

Rabu, 05 Desember 2012

"ayah apakah engkau tuli dan bisu..??

",Ayah ..

         
hay dad,, look it me... 
sekarang aku tumbuh dewasa tanpa campur tangan mu..
aku tumbuh dibawah belaian tangan ibuku ..  

lihatlah aku .. look  it me..
Sulit tuk berpikir , berat tuk mendengar, dan tak sanggup tuk melihat ..
Atau bahkan memang takdirnya terlahir tuk tuli dan bisu .. ..”,padahal tidak “,,,,,,,,,,,!!! 
Aku berani memaki untuk ayah ku yg tuli dan bodoh . . ini tangisku ..
Kadang aku membnci , benci pada figur tulang punggung  yg kokoh untuk ibuku .. saudar2ku  ia melainkan seperti ayah orang yg lainnya ..
Tuk ayah yg tuli dan bisu …,
Tuk mu ayah yg tak pernah tau dan mampu mendengarkan rasa takut dan harapan ibuku dan anak2mu
Ayah yg tak pernah berbicara ..”  ia terlahir sempurna tpi tak sempurna untuk ibuku dan keluarganya .. 

"dan aku menangis hanya untuk ibuku .. yg terbujur sakit di atas tikar .. 
"05 |12 -2012"
rabu ' 


Selasa, 05 Juni 2012

TETESAN BENING mata Hatiku

****Menangis....
"Aku masih ingat kpan aku terakhir menangis ,...
.......atau  mungkin karna ini sulit hilang dri dadku..
,tiba-tiba saja aku ingin sekali menangis  :'(..
Tapi aku tak bisa ..
Serasa mata ini membatu dan retina ini membeku..
tak luncur jua bulir-bulir kristal itu.

MENGAPA?????

Mengapa aku tak bisa menangis .."GALAW...; apa karna ada larangan , lelaki tidak boleh menangis ???????????

|**Ya Rabb.... rasanya waktu terlalu cepat berlalu...
28 tahun sudah umurku saat ini..

Ya Allah,
Kau ciptakan hamba dari tiada menjadi ada..
Kemudian Kau kembalikan hamba kepadaMu,..


Ya Allah,
Kehidupan hamba bejalan dan berputar sesuai dengan kehendakMu


Ya Allah,
Hari ini telah sampai usia hamba dalam kedewasaan
jadikanlah hamba menjadi khusuk dan tawaduk dalam menerima hikmah dan berkahMu
bertambah usia dalam hitungan hamba, berkurang pula usia hamba dalam hitunganMu..


Ya Allah,
Berkahilah usia hamba agar dapat hidup dan bermanfaat bagi ummatMu yang lain
Berkahilah usia hamba agar dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaranMu
Berkahilan usia hamba agar dapat bertemu dengan jodoh hamba dan membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Berkahilah usia hamba agar kelak dapat membesarkan anak-anak kami untuk dapat tunduk dan berbakti kepadaMu
Berkahilah usia hamba agar dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Engaku anugerahkan kepada hamba.


Ya Allah,
Jadikanlah hamba orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engaku berikan


Ya Allah,
Terimakasih Engkau telah mengangkat kami menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi
Terimakasih Engkau telah memberikan cahaya keimanan kepada kami agar kami dapat mengenalmu,


Ya Allah,
Terimakasih Engkau telah memberikan hamba kedua orang tua yang sangat luar biasa kasih sayangnya
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya, atas didikan mereka padaku
dan pahala yang besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku, maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan izin-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Terimakasih Engkau telah memberikan hamba kakak-kakak yang terbaik
Berkahilah keluarga mereka, bahagiakan mereka
Jadikanlah keluarga mereka menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah
Kumpulkan kami kelak bersama mama dan ayah di syurgaMu

Ya Allah,
Terimakasih Engkau telah memberikan hamba sahabat-sahabat yang luar biasa
Jadikanlah hamba menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman hamba,
sahabat yang tersedia baik saat suka maupun duka,
dan dapat menjadi saudara pada saat kesukaran menghadang.
Jangan biarkan hamba menghakimi sesama hamba,
karena hamba hanyalah manusia ciptaanMu,
bukanlah hak hamba untuk menghakimi sesama,
itu ada dalam kekuasaanMu Ya Allah.

Ya Allah,
Bimbinglah kami agar dapat membina persahabatan yang telah terjalin,
sehingga dapat semakin erat,
dimana satu dengan yang lainnya dapat saling membangun,
saling tolong menolong, dan bersama-sama bertumbuh
dan menghasilkan buah-buah kebaikan.
Sekalipun hal ini tidak mudah,
karena kadang ada gesekan-gesekan dalam persahabatan,
ada saat kami bisa merasa kesal dan marah
karena perbedaan pendapat, dikhianati, dikecewakan,
namun kami percaya dengan pertolonganMu,
kami akan dimampukan untuk menjalin persahabatan yang erat,
yang menyenangkan hatiMu.
Saat kami menghadapi gesekan-gesekan ini,
tolong kami untuk menganggap hal yang terjadi
menjadi semacam ujian bagi persahabatan kami,
dan jika kami berhasil melaluinya,
kami akan naik ke tingkat yang lebih tinggi,
ke dalam persahabatan yang lebih kokoh.

KepadaMu Ya Allahku,
kupanjatkan semua doa permohonan ini
untuk hamba dan keluarga hamba
untuk sahabat-sahabat kami dimanapun mereka berada, yang senantiasa dekat di hati..

Aamiin..

Jumat, 13 Januari 2012

*** ku bertakarub , kekasihku

Di ranah berbeda, pada jalan asing dan tajam..
ku coba menggenggam kalbumu dengan dalam..
lalu pada bayang-bayang yg terang..
aku sedikit melirik sembari menyapa..

Dan dalam sifat ikhtiar yang lugu
kau jera aku dari jauh, namun aku mendekat
bertakarub padamu
,kekasihku
dan takku ingat lagi sakit itu
karna ku genggam erat tasbih itu dan tak luput ku rayu hening malam

seperti anak panah yg pernah kau titipkan 
kepada karang dan huniannya
kepada mata
tentang sajak-sajak yg tlah terikrarkan
di beranda hati pertama
sebuah dunia yg mengenalkan aku arah cahaya..
/
dhni yonk januari 2012

Rabu, 11 Januari 2012

"Bunga atau Duri "...

Hidup ini memang penuh 
dengan prasangka & terkaan,
terkadang kita memandang sesuatu itu INDAH
bagai bunga bermekaran,
tapi sp tau ternyata ku salah mengetahuinya((( "Dhni Yonk" )))
barangkali di balik bunga itu 
banyak duri yang bisa menggores luka di dalam HATI.
Terkadang kU memandang sesuatu itu buruk bagai langit yang mendung,
tapi spa tau ternyata tersimpan pelangi yg mewarnai ruang HATI ini. 
Memang smua itu tak dapat dilihat scara kasat mata saja, 
tetap berprasangkalah yg baik atas segala sesuatu ..
& teruslah TERSENYUM
" (( Dhni Yonk, Januari 2012. ))

Selasa, 27 Desember 2011

** Bersimpuh ....

Malam ini tak ada yang sesetia lentera muram
dan do'a ibu di ujung malam ...

"di tepi sajadah..
kumpulan bintang lautan malam melerai syahdu
Menabur lidah-lidah melahirkan dzikir..

Menjelang tahajud
ada yang mengetuk malam

Menanti subuh ..
aku pun bersimpuh..
",antara 'Lam dan Ha
tercipta air dari mata yg berurai ..

Meratap hingga Jadzab! Memohon Rahmat se usia jasad..
",Ya Alloh...BENARKAH AKU HAMBA_"MU'
ATAU AKU TERMASUK MUSUH_"MU'..
ATAU AKU HANYA tercipta diantara shaf-shaf yg RAPUH...???
( menangislah untuk kau renungi ....)

Dhni yonk,26/ 11
padang,
—

Kamis, 18 Agustus 2011

*** Entahlah ...ini hatiku bukan tangisku


Otak kecil di hatiku bernyanyi lewat ketikan jemari di HP mungil yg setia dan menyimpan di draft.. ingin ku tuangkan agar hatiku tenang dan nyaman ..
Mengapa aku mendengar tangis ?
Mengapa aku melihat pengorbanan ?
Apakah itu benar adanya ?
Apakah sangka ini bersudut salah ?

Kenapa hatiku tak retak ?
            Kenapa nafasku tetap tenang ?

            Adakah hal yang tak kuketahui ?
            Adakah niat yang tersembunyi ?

                              Aku merasa melihat masa lalu
                              Masa dimana ku lakukan yang tak berbeda
                              Masa dimana pilihan mendera

                                                    Aku terhanyut dua tanya
                                                    Seolah tertancap panah bara
                                                    Memilih melawan neraka
                                                    Dan menelan mati karenanya

                                                                    Aku seolah terjebak asumsi
                                                                    Aku tertangkap oleh ilusi
                                                                    Tertipu oleh fikir penuh sangka
                                                                    Tak bisa menyadari kenyataan

                                                                         Dimana ? Dimana kebenaran itu ?
                                                                         Dimana ilusi yang harus kupatahkan itu ?
                                                                         Kapan ? Kapan waktu akan berkata ?
                                                                         Kapan muslihat itu menganga kepermukaan ?

                                                                Haruskah ku cari apa ?
                                                                Atau kututup saja mata ?
                                                                Jantung ini berdebar bukan karena mendengar
                                                                Hati ini terdiam bukan karena lebam
                                                                Tapi aku merasa mata ini menembus ilusi itu

                                                       Dustakah pilihan yang terucap ?
                                                       Kau telankah ludah yang harusnya keluar ?
                                                       'Bagaimana' dan 'mengapa' tak cukup menjawabnya
                                                       Namun kenapa fikir ini terfokus dengan apa ?

                                                     Entah mengapa aku senang
                                                     andai apa yang kau katakan benar
                                                     Tak ada rasa perih, luka, atau sakit menghujam hati
                                                     Aku justru semakin merasa sejuk
                                                     Karena sang penyejuk jiwaku
                                                     tlah menemukan kemana hidupnya

                                                                  Namun entah mengapa ada sedikit ragu
                                                                  Dengan rangkaian kata yang terlihat kejujuran itu
                                                                  Imaginasiku menuntunku
                                                                  menemui paradigma lain
                                                                  yang entah itu suudzan atau justru husnudzan

                                                    Sikap yang selama ini berbeda
                                                    Mata dan mata yang sering tersatu
                                                    Hasrat yang seolah kau tunjukkan
                                                    senyum yang selalu siratkan tanya

                                        Poloskah itu ?
                                        Seperti kata orang dulu ?

                            Alasan harapankah jawabannya?
                            Tentang sesuatukah penyebabnya ?
                            Apa kesan munafik ini yang hendak kau tunjukkan ?
                           ak ini Apa rasa tak percaya yang ingin kau tanamkan diben ?
                            Apa kau hendak membuatku bertanya, "Siapa engkau ?"

               Apa aib yang hendak kau terima
               sebagai ganti kehormatan ?
               Apa kebencian yang kau tukar
               untuk ganti cinta ?

Atau justru memang inilah cermin tersembunyi itu ?
Hal yang hanya pernah ku terka, tapi tak bisa kuketahui..
Entahlah..

Kamis, 17 Maret 2011

"KAULAH YANG TERINDAH"...

Di hari ini , ga ada kata yg indah yg bisa kurangkai ..
......Ataupun peristiwa  special yg indah ..
Mungkin ini hanyalah ungkapan isi hati yg tak berarti apa2 bagimu

Tapi yang pasti....Doa ku akan selalu hadir di setiap langkah mu , di rumah tanggamu
............Saat aku menyadari .. bahwa kita sudah berpisah 2 tahun yang lalu
dan tak pernah bertemu smenjak itu.
,, mungkin aku tak punya keberanian untuk bertemu denganmu
bahkan engkau memutuskanku di saatku rapuh /di beranda hatiku
.tak apalah "  
aku berjanji pd diriku sendiri, takan ada lg air mata ini untk cintaku...

perasaanku ini belum bisa melupakanmu ..beberapa wanita telah ku coba untuk menggantikanmu
namun ... dirimu tetap seakan2 sulit tuk ku lupakan .. ku buang hayalan ini, tp selalu kembali lg..

Tapi akhirnya , sadar dalam waktu singkat...hanya karena aku tak bisa membohongi hatiku , bahwa aku masih mencintaimu
bukan cengeng atau bodoh atau apalah yg di caci orang kepadaku...
....Itulah kenyataannya..
....Terima kasih atas warna yg pernah kau lukis di dalam hidupku
dan izinkan aku menyimpannya dalm kenanganku .
Walau sebenarnya aku tak berhak lagi untuk memilikinya lagi..

Semua ini karna "KAULAH YANG TERINDAH"....

Selamat ulang tahun yah..semoga rumah tanggamu menjdi yg terbaik .
Shizuka-ku.24 april "Mop.
"payakumbuh terindah untk pelabuhan hatimu.

 

Jumat, 05 November 2010

meski ku ingin

kutak ingin kau tanggalkan kelopakmu
luruh ke bumi satu per satu
karena kutak bisa memunguti itu
meski kuingin merangkaimu, menjadi bunga terindah di hatiku

kutak ingin kau berduka
karena kutak bisa tuk menghapusnya
meski kuingin melakukannya dengan sepenuh rasa


jaga rangkaian kelopakmu
meski hujan menerpamu
meski badai menerjangmu
meski sunyi menderamu
karena kutak bisa merawatmu
meski kuingin kau tumbuh indah di taman hatiku

,
mintalah padaNya
tuk menghalau semua nestapa
mendekatlah padaNya
tuk menggapai damai di jiwa
karena kutak bisa selalu bersama
meski kuingin berada di sana dalam suka dan duka


meski kuingin melakukan semua,
namun kutak bisa….

Rabu, 27 Oktober 2010

cinta dalam diam..

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..






karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?????

dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

tabah..

Ya Allah…

berkali-kali aku melafaldzkan istighfar dan mohon ampun sama allah, karena aku masih memikirkan seseorang yang gak boleh aku fikirkan lebih dari apa yang aku fikirkan…
Astagfirullah…
Ya allah, ridhoi ketulusan hati ini untuk melepasnya, dan membiarkan kisah kami hanya sekedar ini.
Berkali-kali aku meminta ketabahan, berdoa, dan menangis di sujudku, meminta Nya mau menghapusnya dari jalan hidupku…
Kenyataannya…
dia bukan untuk ku…

Disaat dia tidak mampu memilih…

sedih, sakit, namun aku rela dan pasrah…
karena ini adalah konsekuensi yang harus aku hadapi,
aku tahu aku tidak lebih baik dr pria yang telah menemaninya selama ini..
Aku tidak mempunyai arti apa-apa…
Aku Terpuruk dan dia memutuskan untuk meninggalkanku…

Hari dan keputusan ini akan datang kapanpun, dan aku sebenarnya sudah siap dengan segala hal dan kemungkinan terburuk, dia meninggalkan ku…

Gelap, tak ber-arah, dan goyah…

ku melarikan semuanya pada dunia malam, menyibukan diriku dengan segala jenis pesta di malam hari. aku menipu diri ku sendiri, ini bukan hidupku, namun aku terus menjalaninya…sampai akhirnya aku di vonis mengidap penyakit di paru-paru….
Astagfirullah…
aku telah menyakiti diriku sendiri, berusaha memungkiri takdir dan jalan hidup yang harus ak tempuh… aku hanya termenung di depan cermin, melihat sosok yang begitu berantakan, ini bukan karena dia, tapi karena aku yang tidak bisa menjalani dan menerima perpisahan yang memang seharusnya ini…

” aku hanya pernah merasa berharga karena kehadiranmu, dan aku hanya pernah mendapatkan kasih sayang yang sempurna dalam kehadiranmu, kini biarkan aku memberikanmu kebahagiaan sebagai bentuk cinta dan sayangku padamu dengan meninggalkan mu untuk bahagia, dan tetap menjadi  manusia kuat yang seperti kau inginkan… (amin) “

Selasa, 19 Oktober 2010

Roh Manusia Setelah Mati

Artikel bagus bagi orang yang mau sedikit berpikir, tidak hanya bermain facebook! Dari Al-Bara’ bin ‘Azib, dia berkata:”Kami keluar bersama Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam (mengantarkan) jenazah seorang laki-laki Anshar. Kemudian kami sampai di kuburan, tetapi belum dibuatkan lahd*1). Maka Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam duduk, dan kami duduk di sekitar beliau. Seolah-olah di atas kepala kami (hinggap) burung *2). Ditangan beliau terdapat kayu yang beliau pukulkan ketanah sampai berbekas.
Lalu beliau mengangkat kepalanya, kemudian bersabda:”Berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur!”,-dua kali atau tiga kali- kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin, saat akan meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turun kepadanya malaikat-malaikat dari langit, wajah-wajah mereka putih, wajah-wajah mereka seolah-olah matahari. Mereka membawa kafan dari kafan-kafan sorga, dan hanuth *3)dari hanuth sorga. Sehingga para malaikat itu duduk dari hamba yang mukmin itu sejauh mata memandang.


Dan datanglah malakul maut ‘alaihis salam *4) sehingga dia duduk dekat kepalanya, lalu berkata: “Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaanNya!”. Maka nyawa itupun keluar, ia mengalir sebagaimana tetesan air mengalir dari mulut qirbah (wadah untuk menyimpan air yang terbuat dari kulit), lalu malakul maut itu memegangnya.
Setelah malakul maut itu memegangnya, mereka (para malaikat yang berwajah putih itu) tidak membiarkan nyawa itu -sekejap mata di tangannya, mereka mengambilnya, dan meletakkannya pada kafan sorga itu. Dan keluarlah darinya bau misk yang paling wangi yang dio dapati di atas bumi.
Kemudian mereka naik membawa nyawa tersebut. Tidaklah mereka melewati sekelompok para malaikat, kecuali sekelompok malaikat itu bertanya:”Ruh siapakah yang baik ini?”. Mereka menjawab:”Si Fulan anak Si Fulan”, dengan nama terbaik yang dia dahulu diberi nama di dunia. Sehingga mereka membawa nyawa itu sampai ke langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan untuk nyawa tersebut. Maka langit dunia dibukakan untuknya.
Kemudian para penghuni pada tiap-tiap langit mengiringi nyawa itu sampai ke langit yang selanjutnya. Sehingga membawa nyawa itu berakhir ke langit yang ke tujuh. Lalu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:”Tulislah kitab (catatan) hambaku di dalam ‘iliyyin *5), dan kembalikanlah dia ke bumi. (Karena sesungguhnya dari bumi Kami telah menciptakan mereka,dan darinya Kami akan mengeluarkan mereka, pada waktu yang lain. Maka ruhnya dikembalikan) *6) di dalam jasadnya.



Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya:


# Kedua malaikat itu bertanya:”Siapakah Rabbmu?”


# Dia menjawab:”Rabbku adalah Allah”.


# Kedua malaikat itu bertanya:”Apakah agamamu?”


# Dia menjawab:”Agamaku adalah Al-Islam”.


# Kedua malaikat itu bertanya:”Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”


# Dia menjawab:”Beliau utusan Allah”.


# Kedua malaikat itu bertanya:”Apakah ilmumu?”


# Dia menjawab:”Aku membaca kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya”.

Maka seorang penyeru dari langit berseru:”HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari sorga, (dan berilah dia pakaian dari sorga) *7), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya bau sorga dan wanginya sorga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan:”Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan(kebaikan)”. Maka ruh orang mukmin itu bertanya kepadanya:”Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab:”Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata:”Rabbku tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istri dan hartaku”.
Dan sesungguhnya seorang hamba yang kafir, pada saat akan meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turun kepadanya malaikat-malaikat yang memiliki wajah-wajah hitam.
Mereka membawa pakaian-pakaian dari rambu, sehingga duduk darinya sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah malakul maut, sehingga dia duduk di dekat kepalanya, lalu berkata:”Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang jahat, keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahannya!”. Maka nyawa itupun bercerai-berai di dalam jasadnya. Maka malakul maut mencabutnya, sebagaimana dicabutnya saffud *8) dari wol yang basah. Lalu malakul maut itu memegangnya.
Setelah malakul maut memegangnya, mereka (para malaikat yang berwajah hitam itu) tidak membiarkan nyawa itu -sekejap mata- di tangannya, sehingga mereka mengambilnya, dan meletakkannya pada pakaian dari rambut itu. Dan keluarlah darinya seperti bangkai yang paling busuk yang didapati di atas bumi.
Kemudian mereka naik membawa nyawa tersebut. Tidaklah mereka melewati sekelompok para malaikat kecuali sekelompok para malaikat itu bertanya:”Ruh siapakah yang jahat ini?”. Mereka menjawab:”Si Fulan anak si Fulan”, dengan nama terburuk yang dia dahulu diberi nama di dunia. Kemudian minta dibukakan, tetapi langit di dunia tidak dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam membaca: “Sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum.” (QS. Al-A’raf:40)
Lalu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:”Tulislah kitab (catatan) hambaku di dalam sijjin”, *9) di bumi yang bawah, kemudian nyawanya dilempar dengan keras.
Kemudian Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam membaca: “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS: Al Hajj:31)

Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukkannya:


# Kedua malaikat itu bertanya:”Siapakah Rabbmu?”


# Dia menjawab:”Hah, hah, aku tidak tahu”.


# Kedua malaikat itu bertanya:”Apakah agamamu?”


# Dia menjawab:”Hah, hah, aku tidak tahu”.


# Kedua malaikat itu bertanya:”Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”


# Dia menjawab:”Hah, hah, aku tidak tahu”.

Maka seorang penyeru dari langit berseru:”Hambaku telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka”.
Maka datanglah kepadanya panasnya neraka dan asapnya. Dan kuburnya disempitkan atasnya, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan:”Terimalah kabar dengan apa yang menyusahkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (keburukan)”.
Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya:”Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab:”Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata:”Rabbku, janganlah engkau tegakkan hari kiamat”.
(HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam Ahkamul Janaiz dan Shahih Al-Jami’ no:1672)